Hambatan Mahasiswa

Pada tulisan ini saya tidak membahas definisi kata mahasiswa πŸ˜€ atau mata kuliah, tapi ini hanya sekedar tulisan, tapi tulisan spesial pake telor, karena gak bakalan didapat dari perkuliahan. Tulisan ini berdasarkan pengamatan dan pengalaman. Tidak ada metode penelitian atau sejenisnya yang bisa dipertanggung jawabkan. Paling tidak bisa dijadikan masukan bagi pembaca blog ini. Saya simpulkan beberapa hal dibawah ini yang mungkin bisa jadi renungan.

Hambatan Mahasiswa :

1. Kekurangan alat

Tidak selalu tugas yang anda peroleh dapat diselesaikan dengan mudah. Atau malah membutuhkan alat dan bahan yang sulit didapatkan. Sebenarnya banyak cara yang bisa ditempuh oleh mahasiswa, salah satunya yang pernah saya lakukan. Yaitu meminjam. Dulu waktu kuliah tidak semua punya yang namanya laptop(padahal gua jurusan komputer), memang saat itu juga laptop masih mahal gak seperti sekarang. Hanya ada PC merakit sendiri. memang tidak semua orang bisa untuk dimintai bantuan. Oleh karena itu sebagai peminjam juga harus mengerti (kalo menunggu, kesel, kadang dimarahi πŸ˜€ emang kodratnya gini, kalo gak mengerti ya kebangetan), karena yang berhak ya yang memiliki. Trus bagaimana triknya? jawabnya adalah saya meminjam komputer teman yang kebetulan mengontrak, dan mahasiswa yang mengontrak kebetulan lebih kaya, seneng bermain/game(meski tidak 100% sih). Bagaimana jika komputer dipakai terus?, yang kulakukan ya tidur. Beneran tidur hehehe, tapi saat teman saya tidur saya pinjam komputer mereka. Kira kira jam 3 pagi sampe jam 6 gitu. Yah gimana lagi memang konsekuensi kalo kita tidak memiliki komputer yang mumpuni saat itu. Jika itu tidak dapat dilakukan hal terakhir adalah ke rental komputer / warnet, tapi coba bayangkan apa di warnet / rental ada bahasa pemrograman? gak ada kan?, akhirnya double damage eh double kerja dengan mencari rental/warnet yang ada bahasa pemrogramannya. Karena saat itu saya tidak tega untuk memaksa orang tua membelikan laptop wkekekekeke, meskipun dipaksa sampe kampus tutupun juga gak bakalan dibelikan πŸ˜€ . Cara kalian pasti berbeda denganku?

2. Kekurangan buku

Saya saat kuliah jarang sekali beli buku jika memang dapat diperoleh diperpustakaan, jika memang sesuai dengan bidang minat saya maka baru saya membeli berapapun harganya. Bukannya saya mengajari pembaca blog ini tidak membeli buku. Tapi saya kebetulan tidak memiliki uang lebih untuk membeli buku πŸ˜€ (apalagi saat itu). Pertanyaannya bagaimana saya belajar? of course dari perpustakaan. Saat kuliah saya memang seneng cangkrukan, ngopi, dll (maklumlah waktu senggang kuliah terlalu banyak dan kodrat mahasiswa juga masih seneng berkumpul), maklumlah normal kalo suka maen, tapi harus pinter bagi waktu untuk ke perpustakaan. Tapi kebetulan waktu itu saya telah menyadari bahwa harga buku memang mahal, sehingga perpustakaan kampus merupakan hal paling murah untuk belajar. Mungkin mahasiswa akan menyesal saat lulus, jika waktu kuliah tidak pernah ke perpustakaan. Dan untuk sekali saya tidak merasakan hal tersebut. ^^V. Hal lain yang kulakukan adalah download materi yang telah berjuta juta di internet.

3. Kekurangan kepandaian dan kecerdasan

Tidak semua mahasiswa dikatakan pintar atau cerdas. saya tergolong mahasiswa yang tidak cerdas dan tidap pintar, tapi saya memiliki keinginan untuk belajar. Sehingga saya sering tanya ke mahasiswa yang pandai, sering maen ke mahasiswa yang ahli pada bidang tertentu, sering satu kelompok dengan salah satu dari mereka. Gak usah terlalu dipikir kalau kita tidak pintar atau pandai, intinya kerjakan tugas aja. Dosen juga pasti tahu kapasitas mahasiswa dalam mengerjakan tugas.

4. Kekurangan bergaul

Mahasiswa selalu bergaul dengan yang sesuai dengan fashion yang mereka kenakan, kepinteran, seberapa kuat dalam argumen :D, atau hobi mereka. Intinya mahasiswa bergaul dengan mahasiswa yang memiliki kesamaan. Menurut saya hal ini adalah kekurangan terbesar dalam kehidupan mahasiswa. “BergaulΒ  jangan memilih, tetapi berteman harus memilih”. Bergaul dan teman itu berbeda.

5. Terlalu berlebihan berpotensi menjadi kekurangan

Mahasiswa yang memiliki banyak kelebihan bisa menjadi bumerang, jika mahasiswa tersebut tidak bisa memanfaatkan kelebihan yang mereka memiliki. Banyak dari mahasiswa hari ini memiliki banyak kelebihan, baik kelebihan dari uang saku sehari hari atau peralatan yang dibelikan oleh orang tua. Padahal faktanya tidak semua mahasiswa memiliki kelebihan dana, jika yang berlebihan dapat membantu yang kekurangan mungkin akan terjadi keseimbangan dan yang kekurangan tidak perlu tidak bisa tidur karena memikirkan hal tersebut (hahahahaa sesuatu bangets). Malah kelebihan tersebut kadang membuat terlena mahasiswa, contohnya kos yang terlalu layak (masak kos ada helipadnya hahaha), kebanyakan uang, akhirnya dibelanjakan seenaknya. Endingnya lupa kalo waktunya UAS, kebanyakan maen, kuliah gak pernah masuk.

Renungan

1. Mahasiswa hari ini
Menurutku dari dulu hingga sekarang mahasiswa tidak berbeda, yang berbeda adalah lingkungan, teknologi dan perkembangan ilmu. Mahasiswa yang tidak bisa menyesuaikan dengan 3 hal tersebut akan sulit untuk berkembang. Tapi berdasarkan pengalaman hanya sedikit yang paham mengenai hal tersebut. Banyak yang tidak memperhatikan hal kecil, salah satu contohnya adalah makan. Mahasiswa cenderung membeli makanan yang cepat saji, entah itu lalapan pinggir jalan atau yang di mall2. Hal lain adalah kecenderungan seneng ngopi2/cangkrukan yang menghabiskan banyak waktu dan uang, cenderung seneng kalo melek malam, dan banyak hal kecil lain yang jika dikumpulkan akan menjadi hal besar. Akibat dari hal kecil2 tersebut adalah mahasiswa selalu kekurangan pada akhir bulan, entah mahasiswa kaya ataupun mahasiswa yang kekurangan (sama saja, selalu merasa kekurangan. Terutama saat akhir bulan wekkeke just kidding). Bukan seberapa besar pendapatan, tetapi seberapa besar pengeluaran . Seberapapun besarnya uang saku, endingnya tetep aja :D. Tujuan awalnya apa sih? kan kuliah.

2. Siapa yang menilai usaha yang telah kita lakukan?
bagaimana jika kita telah mengusahakan solusi untuk hambatan-hambatan diatas, tetapi hasil yang kita peroleh tidak sesuai keinginan?, contohnya nilai tidak sesuai keinginan, saat kita telah memiliki niat tinggi untuk kuliah, jauh2 naik angkot dan kehujanan plus macet, malah dosennya tidak hadir. Saat kita telah mengerjakan tugas sampai malam bahkan dini hari, ternyata tugas tidak dibahas atau malah tidak dikumpulkan. Jawabnya adalah tidak seorangpun menilainya, kita membutuhkan instrospeksi diri dan renungan lebih dalam, selepas itu serahkan pada ALLAH semata.

tapi “yakinlah bahwa energi tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat berubah ke bentuk yang lain”

hellooOO? mahasiswa bukan SMA, jadi kesulitan memang seninya berkuliah. Ehmmmm anggap aja sebagai tantangan, gak perlu dijadikan hambatan. ^^V . Toh yang merasa kesulitan juga bukan anda doang.

*Pembaca yang baik meninggalkan comment

*JIka ada saran/ tulisan/ tambahan pada tulisan ini/ tulis aja dicomment

Advertisements

12 thoughts on “Hambatan Mahasiswa

  1. Suka!!!!
    Gue banget dah, pokoknya^_^
    harus pandai mengakali kekurangan untuk menjadi suatu kelebihan, dan jgn sampai kekurangan yang mengakali kita untuk tetap diam dan berpangku tangan.
    Tak ada kesuksesan tanpa usaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s